Brexit Pengaruhi Pasar Properti Asia Pasifik

Minggu, 01 Januari 2017 14:43 Superadmin Dibaca 98x
Brexit Pengaruhi Pasar Properti Asia Pasifik
SHARE THIS:

Inggris Raya telah memutuskan untuk keluar dari pakta ekonomi Uni Eropa melalui hasil referendum. Hasil pemungutan suara yang dilakukan pada Kamis (23/6/2016) menyatakan kemenangan bagi masyarakat yang menginginkan ke luar dari Uni Eropa. Sebanyak 52 persen rakyat Inggris Raya mendukung untuk keluar dari Uni Eropa, dan 48 persen rakyat menginginkan negara “Elizabeth” tersebut untuk bertahan.

Berdasarkan kajian yang dilakukan konsultan properti Colliers International terkait kebijakan Inggris Raya, telah berdampak pada banyak sektor. Direktur Eksekutif Colliers International bidang Penilitian di Asia, Andrew Haskins menilai keputusan British Exit (Brexit) dari Uni Eropa memiliki pengaruh untuk pasar properti Asia Pasifik.

“Brexit mungkin akan menyebabkan tekanan lebih lanjut pada obligasi global yang hasilnya sudah sangat rendah, sehingga meningkatkan daya tarik yang relatif pada 3-6 persen yield hasil properti investasi inti Asia Pacific Activities Conference (APAC),” ujar Haskins berdasarkan keterangan yang diterima Kompas.com, Sabtu (25/6/2016). Di Asia Pasifik, argumennya adalah bahwa investasi di atas semua kantor properti di kawasan ini menawarkan nilai yang baik dibandingkan dengan kelas aset negara lainnya.

Pasalnya, pasar Asia Pasifik menawarkan suku bunga nominal rendah di sebagian besar negara lainnya kecuali Amerika Serikat. Berdasarkan acuan yield terkait hasil obligasi global berada pada tingkat rekor terendah sehingga tidak menginspirasi pasar ekuitas Asia. Beberapa saat lalu, tingkat bunga yang ditawarkan Amerika Serikat dalam sepuluh tahun mengalami penurunan menjadi 1,47 persen atau mendekati tingkat 1,38 persen. Penurunan yield obligasi di Amerika Serikat mencapai titik terendah pada Juli 2012.

Sementara itu, di Jerman juga mengalami penurunan -0,11 persen dan Jepang sekitar -0,19 persen. “Hasil yield saat ini yang ditawarkan oleh pasar investasi properti utama Asia Pasifik terlihat netral sampai menarik,” papar Haskins. Hasil riset Colliers International menunjukkan yield di sektor properti kantor utama Asia. Saat ini yield yang ditawarkan berada di kisaran antara 2,9 persen untuk Hongkong dan 5,7-6,0 persen untuk Melbourne dan Sydney.