Soal Pelantikan BS Jadi Raja Kedang, Begini Pernyataan Sikap Mawu dan Galeka Kupang

Senin, 23 Maret 2020 22:10 Dibaca 1810x
Soal Pelantikan BS Jadi Raja Kedang, Begini Pernyataan Sikap Mawu dan Galeka Kupang
Badan Pengurus Mawu Kupang dan Galeka Kupang/Foto: Istimewa
SHARE THIS:

Kupang, BK- Sebuah video amatir yang beredar di media sosial media (Facebook, WhatsApp, You Tube) menghebohkan jagat maya Lembata. Dalam video yang berdurasi 4.26 menit itu, tampak Bruno Sukarto dilantik menjadi Raja Kedang oleh Ketua Majelis Agung Kerajaan Kedang.

Pelantikan Bruno sebagai Raja Kedang atau dikenal dengan istilah Rian Raya dalam video yang beredar ini terjadi pada Rabu (18/3/2020) di Desa Peusawa, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata. Pelantikan Bruno Sukarto ini mendapat beragam reaksi dari netizen maupun kalangan masyarakat dan mahasiswa.

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Kedang - Lembata di Kupang yang terhimpun dalam Mawu dan Galeka Uyelewun tidak tinggal diam. Berikut pernyataan sikap Mawu dan Galeka Uyelewun - Kupang diterima redaksi, Senin (23/03/2020):

Pertama, bahwamemerhatikankeresahanosialkomunitas Kedang pasca beredarnya video pelantikan Bapak Bruno Sukarto sebagai Rian Raya [Raja] Kedang Mataram M1 di media sosial maka demi kenyamanan bersama diharapkan kepada Bapak Bruno Sukarto agar segera memberikan klarifikasi tertulis maupun lisan bahwa yang telah dilakukan adalah atas inisiatif dan keinginan sendiri.

Kedua, bahwa kondisi sosilogis komunitas Kedang yang aman dan damai selama ini diharapkan terus terjaga dengan meniadakan upaya pelembagaan adat yang berorientasi pada kekuasaan, kecuali mengikuti standar normatif dari perundang-undangan yang berlaku.

Ketiga, bahwa keinginan bersama untuk terus melestarikan nilai adat dan budaya Kedang harus didukung oleh segenap komunitas Kedang dengan senantiasa membangun sistem nilai sosial-budaya tentang Kedang, hari ini dan kedepannya agar generasi mendatang dapat menjunjung tinggi nilai kearifan lokal demi terwujudnya kesatuan NKRI.

Keempat, bahwa masalah dimaksud telah menjadi konsumsi publik sehingga diharapkan kepada Pemerintah dan pihak berwajib untuk proaktif menetralisir keadaan kekinian, dan kedepannya mohon ditindaklanjuti kondisi kelembagaan adat di Kedang sebagaimana peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Kelima, bahwaperbincangan di media sosial dapat menimbulkan bias interpretasi maka diharapkan kepada semua pihak untuk memercayakan kepada pemerintah setempat dan pihak berwajib untuk menyelesaikan masalah dimaksud.

Keenam, bahwa dalam rangka menguatkan sistem nilai tentang adat dan budaya Kedang maka diharapkan kedepannya bagi pegiat sosial-budaya Kedang untuk terus mendalami eksistensi nilainya dalam pendekatan yang lebih ilmiah. Demikian pernyataan sikap bersama ini dibuat untuk mengondusifkan suasana hari ini dan kedepannya.

Kupang, 23 Maret 2020

BADAN PENGURUS MAWU KUPANG BADAN PENGURUS GALEKA KUPANG

TTD

ADRIANUS S. LABA (Ketua Umum )

TTD

MATHIAS MOLE HOBAMATAN Ketua Umum

(EB/BK02)