Bangun Jiwa Enterpreneurship, API Reinha Rosari Gelar Seminar

Minggu, 23 Februari 2020 10:50 Admin Web Dibaca 203x
Bangun Jiwa Enterpreneurship, API Reinha Rosari Gelar Seminar
Pose bersama narasumber, peserta seminar dan pengurus API Reinha Rosari
SHARE THIS:

Kupang - Aktivitas Pendalaman Iman (API) Reinha Rosari menggelar seminar sehari dengan mengusung tema “Menyiapkan Kaum Muda Dalam Menyikapi Era Revolusi Industri 4.0 Dalam Dunia Usaha. Seminar ini dilaksanakan pada Sabtu, (22/02/2020) yang bertempat di Ball Room DPD Provinsi NTT.

Seminar ini bertujuan untuk membangun jiwa enterpreneurship dari anak muda khususnya di era revolusi  industry 4.0. Pihak Otoritas Jasa Keuangan membahas pengelolaan keuangan mikro, sedangkan wakil bupati Lembata membahas kebijakan pemerintah untuk pelaku usaha mikro.

Melalui seminar ini diharapkan kaum muda menyadari pentingnya berwirausaha dan bisa menggugah semangat para milenial untuk mulai berbisnis. Hal yang sama juga ditegaskan oleh Petrus Nara Kelen, Ketua API Reinha Rosari saat ditemui usai kegiatan.

“Saya berharap setelah seminar bisa ada pemuda yang berniat untuk berwirausaha. Terlebih setelah selesai kuliah", ungkap Petrus Kelen.

Agustinus Haries Prasseptiyanto, Pengawas Bank Kantor OJK Provinsi NTT dalam materinya memaparkan inovasi baru dalam proses peminjaman dana untuk berbisnis atau membuka usaha maka dapat melalui pinjaman online, tetapi perlu memperhatikan legalitas dari sumber pinjaman. 

“Sekarang ini melakukan pinjaman untuk modal usaha tidak lagi harus mengantri di bank, kita bisa melakukan aktivasi via online, tetapi harus memperhatikan apakah sumber pinjaman sudah berada di bawah pengawasan OJK atau tidak” papar Agustinus dalam seminar.

Sementara itu Dr.Thomas Ola Langoday, Wakil Bupati Lembata dalam paparan materinya lebih menekankan sikap dan persaingan kaum muda dalam menghadapi era revolusi industri. Ia mengatakan, anak muda harus mampu berwirausaha dan mampu memulai tanpa takut gagal.

“Kalau mengubah sampah menjadi sebuah kreatifitas, itu sudah biasa, tetapi kalau mampu mengubah sampah menjadi emas itu baru entrepreneur. Kalian harus memulainya dengan berani tanpa takut gagal” ucapanya disela-sela seminar.

Dikatakannya, Supply Chain Management atau Manajemen Rantai Pasokan merupakan salah satu indikator penting yang perlu disiapkan oleh pemerintah dari sisi analisis ekonomi dan bisnis. 

"Hal ini utama dalam manajemen karena akan melibatkan pemasok, pabrik atau manufakturer, penyedia logistik dan tentunya yang paling penting adalah pelanggan atau masyarakat sebagai konsumen, disamping pemerintah menyiapkan regulasi serta unsur pendukung lainnya dan kondisi iklim usaha yang kondusif bagi para pelaku usaha bisnis", ungkap Wakil Bupati Lembata. 

Untuk diketahui bahwa seminar ini melibatkan kaum muda generasi milenial yang berjumlah puluhan orang. (NA/bapakita)