Keluarga Besar Lamaholot Kupang Gelar Sarasehan dan Silaturahmi

Kamis, 30 Januari 2020 20:11 Admin Web Dibaca 428x
Keluarga Besar Lamaholot Kupang Gelar Sarasehan dan Silaturahmi
Ketua Panitia bersama pengurus Ikatan Keluarga Lamaholot saat menggelar konferensi pers pada Kamis, 30/01/2020 (Dok.Pribadi)
SHARE THIS:

Kupang, bapakita.id - Memasuki tahun baru 2020, warga Lamaholot di Kupang memandang perlu untuk terus membangkitkan rasa persaudaraan dalam balutan nilai-nilai kelamaholotan warisan Leluhur Lewotana Lamaholot. Upaya merajut kembali rasa persaudaraan Lamaholot kali ini digalakan melalui kegiatan sarasehan dan silahturahmi dengan mengusung tema "Meneguhkan Persaudaraan Lamaholot".

Kegiatan silahturahmi Lamaholot kali ini diselenggarakan pada hari jumad 31 Januari 2020, bertempat di Aula Balai Dikmas NTT, Jalan Perintis Kemerdekaan Kayuputih Kupang. 

Silahturahmi ini menghadirkan seluruh warga Lamaholot di Kupang dan sekitarnya yang mencakup Lima Watan yakni Watan Solor, Watan Flores Daratan, Watan Adonara, Watan Lembata dan watan Alor. Ikatan persaudaraan kelima watan ini selalu digelorakan melalui ungkapan (semboyan) yang diwariskan oleh para leluhur yang tetap terjaga dan terawat hingga saat ini yaitu "Solor Watan Lema, Galiau Watan Lema". Semboyan inilah yang mengikat dan mempersatukan kelima watan sebagai saudara.

Ketua Panitia Hendrikus Jumat Boli kepada media ini mengharapkan seluruh warga Lamaholot di Kupang dan sekitarnya bersatu padu bergandengan tangan, saling menopang, dan saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup yang semakin kompleks dewasa ini. 

"Melalui rajutan persaudaraan yang harmonis, maka seberat apapun tantangan hidup yang dihadapi akan terasa ringan dan dapat diatasi dengan baik dalam suasana kekeluargaan", ungkap Heri Pria Asal Ile Boleng Adonara.

Silaturahmi dalam meneguhkan persaudaraan seperti ini bukan baru kali ini dilakukan oleh keluarga besar Lamaholot yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Lamaholot (IKAL). Hampir setiap tahun kelima Watan Lamaholot ini menggelar silaturahmi bersama, terutama berkenaan dengan perayaan hari besar keagamaan, seperti hari raya Natal dan tahun baru, hari raya Idul Fitri, dan sebagainya.

Berbeda dengan kegiatan-kegiatan silaturahmi sebelumnya, kali ini nuansa kegiatan silaturahmi yang dimotori oleh IKAL dibawa pimpinan Dr. Kotan Y. Stefanus, S.H, M.Hum (Ketua) dan Drs. Frans Ola Wuran (Sekretaris) ini sedikit agak berbeda. 

Kegiatan kali ini tidak hanya sekedar silaturahmi seperti yang biasa dilakukan saban tahun, tetapi dipadukan dengan kegiatan sarasehan dengan tema “Aktualisasi Nilai Kelamaholotan”. Memadukan kegiatan sarasehan ke dalam kegiatan silaturahmi ini sangat penting dilakukan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai kelamaholotan dalam kehidupan dewasa ini yang sudah semakin mengglobal.

"Mengaktualisasikan nilai kelamaholotan ini penting dilakukan agar nilai-nilai warisan leluhur ini tetap terjaga, terawat, dan dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan yang penuh dengan tantangan global dewasa ini.

Sarasehan ini dimaksudkan pula sebagai titik awal untuk menghimpun hasil pemikiran tentang Lamaholot, terutama hasil karya putera-puteri Lamaholot sendiri", ungkap Dosen Fakultas Hukum Undana. 

Lebih lanjut, Jhon Kotan mengatakan sudah cukup banyak kajian tentang Lamaholot yang dihasilkan oleh putera-puteri Lamaholot mengenai berbagai bidang kehidupan, seperti sosial kemasyarakatan, budaya, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, agama dan kepercayaan, arsitektur, dan sebagainya.

"Karya-karya yang demikian bagus itu, sangat disayangkan kalau hanya disimpan di rak-rak buku tanpa dipublikasikan. Oleh karena itu, kegiatan sarasehan ini diharapkan menjadi titik awal untuk menghimpun semua hasil karya yang sangat berharga, terutama sebagai informasi bagi generasi Lamaholot ke depan", pungkas Jhon.

Lanjutnya, Jhon Kotan mengatakan sarasehan akan menghadirkan beberapa Narasumber sebagai pembicara pengantar, yaitu

Drs. Frans Lebu Raya (sesepuh Lamaholot, mantan Gubernur NTT), Dr. Karolus Kopong Medan, S.H, M.Hum (Dosen Fakultas Hukum Undana), Drs. Alex Ena, M.Si (Mantan Anggota DPRD NTT), Dr. Blajan Kondradus, M.Si (Dosen Fisip Undana). 

Selain itu, suara-suara dari kalangan muda juga perlu didengar dalam sarasehan tersebut tentang aktualisasi nilai-nilai kelamaholotan. Sarasehan ini akan dimoderatori oleh Ir. Robert Raya Wulan, M.T (Dosen Fakultas Teknik Unika Widya Mandira).

"Sarasehan Lamaholot akan diikuti oleh para tokoh masyarakat dan generasi muda (mahasiswa) dari kelima Watan. Khusus peserta dari generasi muda, akan diundang dari yang tergabung dalam ikatan organisasi berdasarkan lingkup kabupaten, Kecamatan, dan kampung. 

Diperkirakan sekitar 200-an orang warga Lamaholot diundang untuk menghadiri kegiatan sarasehan ini", jelas Ketua IKAL.

Usai terselenggaranya sarasehan, akan dilanjutkan dengan acara silaturahmi yang akan diisi dengan acara ibadat sabda, “bua-behin” (makan dan minum) bersama, dan acara “mura-rame” (hiburan) berupa tarian kolosal dolo-dolo, sole oha, lego-lego, beku, dan sebagainya. Diperkirakan ribuan warga Lamaholot di Kupang dan sekitarnya akan mengikuti acara silaturahmi Lamaholot tersebut. (bapakita/TH)