SIAPKAN LAHAN 20 HEKTAR, WABUP LEMBATA GAET INVESTOR KEMBANGKAN SORGUM

Sabtu, 14 Desember 2019 20:09 Dibaca 595x
SIAPKAN LAHAN 20 HEKTAR, WABUP LEMBATA GAET INVESTOR KEMBANGKAN SORGUM
Wakil Bupati bersama Investor sedang meninjau lahan
SHARE THIS:

Lembata, bapakita.id - Sebagai bahan makanan, sorgum sesuai urutan ke-5 setelah gandum, jagung, padi, dan jelai.

Sorgum adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber makanan, pakan ternak dan bahan baku industri.

“Sorgum itu satu tahun bisa panen tiga kali. Hanya selama ini petani kita sulit mencari pasar. Karena itu saya ajak pak Christian untuk kembangkan Sorgum di Lembata sekaligus memasarkannya, ”ujar Thomas.

Thomas menjelaskan, untuk memulai, tanah yang disediakan sebanyak 20 hektar yang terletak di distrik di Lembata. Setiap kecamatan dua hektar, kecuali Kecamatan Nub terpadu seluas tiga hektar.

“Saya sendiri siapkan lahan 3 hektar di Tanjung, Desa Beutaran, Kecamatan Ile Ape. Jadi totalnya 20 hektar, ”tegasnya.

Menurut Thomas, para petani Sorgum akan didampingi oleh 15 orang Petugas Peyuluh Lapangan (PPL) Pertanian.

“Mereka ini sebagai pioner lapangan. PPL akan mendampingi petani sejak tanam hingga panen, ”ucapnya.

Thomas mengakui dirinya ingin menjadikan Lembata sebagai kabupaten Sorgum. Kabupaten yang memiliki petani sejahtera karena Sorgum.

Suka itu selaras dengan potensi daerah yang cocok sebagai lahan Sorgum. Alasan Lembata memiliki musim panas yang ekstrim dan curah hujan yang rendah.

"Sorgum ini berduit dan bergizi. Sebagian besar bisa dijual, sebagian bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi dalam rumah," kata Thomas ".

Sementara itu, Christian mengundang, menyambutnya ke Lembata karena ajakan Wakil Bupati Thomas Ola Langoday dan potensi lahan yang sangat cocok untuk tanam Sorgum di Lembata.

“Pagi tadi saya dari Jakarta ke Kupang. Siang ini saya bersama pak wakil bupati ke Lembata. Kita sudah memulai investasi di Lembata. Kita akan dampingi petani sejak tanam hingga panen, sekaligus memasarkan Sorgum. Calon-calon pembeli sudah ada. Kita sudah berkomunikasi. Perusahaan kita bernama PT Rich, ”beber Christian.

Kata Christian, setiap satu hektar lahan tanam akan menghabiskan 10 kilo gram bibit dan hasil panennya 2,2 ton per hektar.

Setelah panen, sorgum akan dikemas untuk agar daya tahan biji sorgum bisa mencapai satu hingga dua tahun.

"Kelebihan Sorgum itu habis dipanen gak perlu dicabut, tapi disisain batangnya beberapa centi dan itu bisa panen lagi bisa dua sampai tiga kali panen baru dicabut pohonnya dan diganti dengan bibit baru," demikian Christian menambahkan.

“Maksud tujuan saya datang hari ini, selain untuk melihat tanah yang sudah dibuka dan mau ditanam sorgum, juga ada kerjasama lain dengan pak Thomas. Gak hanya mengembangkan Sorgum, tetapi juga ada komoditi lain yang bisa kita serap, kayak sekarang ini ada permintaan alpukat dan kacang mete. Komoditi ini juga akan kita beli dan pasarkan di Jakarta. Jika lebih, kita akan ekspor (ke luar negeri), ”pungkasnya. (bapakita / tl)