DILANTIK MENJADI ANGGOTA PMKRI, MARYANA OSE : SAYA INGIN MEMBANGUN TOLERANSI

Selasa, 10 Desember 2019 12:02 Dibaca 5265x
DILANTIK MENJADI ANGGOTA PMKRI, MARYANA OSE : SAYA INGIN MEMBANGUN TOLERANSI
Pengenaan Baret oleh Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang
SHARE THIS:

Kupang,bapakita.id - Sebanyak 125 kader muda dilantik menjadi anggota biasa Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang santu Fransiskus Xaverius. Sidang pelantikan anggota baru yang dipimpin Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang Adrianus Oswin Goleng tersebut berlangsung di Aula DPD Partai Golkar NTT jalan Frans Seda Kupang pada Minggu (8/12/2019) malam.


Proses pelatikan pun diawali dengan sumpah anggota yang dipandu oleh Ketua Presidium berlangsung dengan penuh hikmad, yang ditandai dengan penyematan baret merah bol kuning oleh Ketua Presidium. Ada hal menarik diantara ratusan anggota baru ini. Satu dari ratusan anggota baru ini yang mengenakan hijab (jilbab). Ia adalah Maryana Ose, anggota baru asal Lembata yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Nusa Cendana.


Usai dilantik, Maryana Ose anggota luar biasa PMKRI Cabang Kupang kepada media ini mengatakan bahwa saya memilih berhimpun diri dalam wadah PMKRI dengan niatan dan tak ada paksaan dari orang lain karena saya ingin membangun toleransi umat beragama dan juga saya mau membuktikan bahwa toleransi itu masih dan tetap ada bagi kita di Nusa Tenggara Timur karena belakangan ini paham radikal sangat gencar di tengah masyarakat, pungkasnya. 

"Sejak saya kecil, saya sudah diajarkan untuk hidup toleran dengan sesama yang berkeyakinan lain. Dikampung saya tepatnya di Desa Lewotolok ketika ada hari raya umat Katolik kami turut membantu menyukseskan demikian juga sebaliknya", tutur Yana.

“Bagi saya berhimpun di PMKRI bukan berarti harus mengikuti semua ajaran agama katolik tapi saya hanya berlajar dan memahami prinsip kekatolikan saja, karena PMKRI tidak mengkatolikan umat lain tapi prinsipnya yang bersifat universal untuk siapapun yang mau bergabung dan belajar di perhimpunan PMKRI”, tandas Yana yang juga Bendahara Umum AMMAPAI-Kupang.

Lebih lanjut, Yana juga mengatakan memang ada rasa malu dan minder karena takut adanya muncul pemikiran yang tidak baik dari orang lain dengan berhimpunnya saya di PMKRI. Tentu ini tantangan bagi saya, namun tantangan ini tidak menyurutkan niat saya dalam berproses di wadah ini. Bagi saya, PMKRI merupakan wadah yang sangat terbuka bagi anggota yang berbeda keyakinan, tutur mahasiswi undana. 

“Semenjak saya berproses di Buraen hingga mabim, saya merasa sangat bangga karena banyak ilmu yang saya dapatkan dari perhimpunan ini dan PMKRI selalu membuka ruang untuk siapapun yang ingin berproses di wadah PMKRI baik beragama Islam dan kristen protestan sehingga terus eksis dan melahirkan kader yang militansi dalam mewujudkan visi & misi”, pungkas Yana.

Adrianus Oswin Goleng, Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang dalam pidatonya mengatakan bahwa berproses di wadah ini tidak mengenal suku, agama, maupun etnis dari anggotanya. PMKRI secara yuridis konstitusional berbuka diri bagi siapapun yang mau berkecimpung dalam wadah perhimpunan ini.

Lebih lanjut, Oswin mengatakan bahwa PMKRI patut berbangga, pelantikan kali ini ada salah satu anggota luar biasa yang berkeyakinan lain (Muslim). Kami apresiasi pilihan untuk bergabung dalam perhimpunan ini, jangat takut dan ragu tentang PMKRI. PMKRI dalam eksistensinya “berjuang dan terlibat” selalu mengedepankan nilai-nilai universal yang terbingkai dalam spirit tiga benang merah (kristianitas, Fraternitas, Intelektualitas) yang menuntun kita untuk saling menghargai dan mencintai perbedaan sebagai kekayaan bersama, pungkas Oswin.

“Dan yang pastinya PMKRI tidak pernah meng-Katolikan orang yang berbeda keyakinan apa lagi menyesatkan. Oleh karena itu mari kita saling menopang, belajar bersama, saling mengenal dan memahami satu dengan yang untuk kebaikan bersama juga perhimpunan”, ajak Oswin. (bapakita/BFH)