Team P3MD Kabupaten Sikka Kunjungi Desa Semparong

Senin, 19 Agustus 2019 02:55 Dibaca 168x
Team P3MD Kabupaten Sikka Kunjungi Desa Semparong
Foto: Team P3MD Kabupaten Sikka Wilhelmus Weu, Philipus Neri Kerang, Yosep Maduarso, Habibie Pua Brekang malakukan Sosialisai BumDes di Balai Desa Semparong/Kataku
SHARE THIS:

Semparong, Kataku.co.id - Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Sikka yang terdiri dari Wilhelmus Weu Tenaga Alih Pengembangan Ekonomi Desa (TA PED), Philipus Neri Kerang Tenaga Alih Teknologi Tepat Guna (TA TTG), Yosep Maduarso Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) dan Habibie Pua Brekang Pendamping Desa Teknik (PDTI) pada hari Jumat, 16 Agustus 2019 bersama media ini melakukan kunjungan kerja ke Desa Semparong.

Desa Semparong adalah desa yang terpencil terluar berada di Pulau Sukun berada di tengah Laut Flores, di antara Pulau Flores dan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Secara administratif, pulau ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur desa yang sulit dijangkau baik melalui laut,darat dan udara karena berada di tengah laut Flores.

Desa Semparong terdiri dari 3 dusun, yaitu Dusun Sambuta, Sukun, dan Kajuangin sesuai dengan pemutahiran data penduduk pada tahun 2018 berjumlah 1.163 Jiwa  pemekaran dari Desa Gunung Sari Pamana yang sudah menjadi desa madiri namun karna keterbatasan akses dan infrastruktur yang belum memadahi diantaranya, listrik, air bersih, dan akses laut baik dari dan menuju Pulau Sukun Desa Semparong dan belum tersentuh baik dari daerah maupun pusat maka perlu adanya pendampingan dari semua pihak.

Dalam kesempatan kunjungan tersebut team Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) melakukan berbagi kegiatan diantaranya sosialisasi dan pembentukan Badan Usah Milik Desa(BumDes) yang dilakukan di balai desa Semparong usai solat Jumat guna memberikan pemahaman terhadap warga bagimana mengoptimalkan dan memanfaatkan dana desa yang ada.

Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Sikka juga menjumpai warga yang tersebar di 3 dusun, yaitu Dusun Sambuta, Sukun, dan Kajuangin untuk melihat kehidupan warga dan menanyakan langsung impelentasi pemanfatan dan pelaksanaan dana desa yang sudah di gulirkan sejak tahun 2015.

Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Sikka Wilhelmus Weu dalam diskusi bersama tokoh masyarakat mengatakan kegiatan ini kita lakukan untuk mendapatkan masukan dan menyerap aspirasi masyarakat dalam pelaksanaan Dana Desa dan sudah berapa jauh impelentasinya.

Untuk mencegah terjadinya kesalah pemanfaatan dana desa dan agar dana desa bisa benar-benar menciptakan lompatan ekonomi di desa, Menteri Desa meminta semua pihak termasuk kalangan pemuka agama, tohoh masyarakat, tohoh adat, pemuda dan semua pihak untuk mendukung dan turut mengawasi pelaksanaan program penguatan ekonomi melalui dana desa.

Kementerian Desa sendiri telah membentuk Satuan Tugas Dana Desa yang bertugas mengawasi jalannya penggunaan dana desa di seluruh Indonesia. Bukan itu saja, Kementerian juga menggandeng berbagai pihak seperti Kepolisian dan Kementerian Dalam Negeri untuk turut melakukan pengawasan dana desa.

 

Umar tokoh masyarat Desa Semparong yang keturunanya berasal dari Bola Maumere yang di temui Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Sikka meras senang atas kunjungan ini “ kami selama ini tidak pernah di kunjungi oleh orang luar yang mau datang melihat dan mengawasi desa kami yang sangat susah ini� ungkap Umar dengan berlinang air mata

Kami perluh pelabuhan rakyat atau tambatan perahu supaya kami bisa pergi dan pulang membeli barang – barang kebutuhan kehidupan kami sehari hari, betapa sulitnya kami rasakan selama ini untuk mencukupi kebutuhan hidup yang tidak kami dapatkan di pulau ini, terutama kebutuhan sembako.

Apa yang kami rasakan juga sama seperti bapa bapa mereka datang tadi kapal motor kayu yang bapa mereka sewa harus berlabuh di tengah laut baru di jemput dengan perhu kecil, yang bapa mereka rasakan belum seberapa yang kami alami karna kami mengalamnya sehari hari� ujarnya.

Kami selama ini sejak Indonesia merdeka kami bertahan hidup dengan koondisi dan kami hidup dengan kehidupan sehari – hari begini semoga dengan bantuan pemerintah ini berupa dana desa kami dapat merasakan dampaknya� ungkap Umar yang keseharianya sebagi petani ladang dan nelayan itu.

Amin Warga lain yang dijumpai Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Sikka mengatakan kami membutuhkan listrik karna kami selama ini kesulitan soal penerangan dirumah kami, memang dulunya kami dibantu dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) namun cuma 30 rumah dan itupun bertahan hanya delapan bulan saja dan sampai sekarang kami hanya mengunakan solar Sel yang kami beli sendiri� ujar Amin.

Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Sikka selain itu mengunjungi beberapa potensi Desa Semparong diantaranya Sekolah Satu Atap (satap) Negri Desa Semparong, Masjid, lokasi potensi tambak garam dan potensi wisata berupa Danau Semparong, Pasir Putih yang berada di bebrapa tempat di pulau Sukun dan kebun mente dan juga lahan pertanian yang ada di desa itu serta lokasi tambatan perahu yang menjadi keinginan warga Desa Semparong. * Malcom/Kataku