Akibat Cuaca Buruk Dan Hama Penyakit, Produksi Rumput Laut Lembata Menurun

Minggu, 01 Januari 2017 22:07 Superadmin Dibaca 354x
Akibat Cuaca Buruk Dan Hama Penyakit, Produksi Rumput Laut Lembata Menurun
Mentri Susi Pudjiastuti Saat Melakukan Panen Raya Rumput Laut di Kabupaten Lembata(foto:Istimewa)
SHARE THIS:

Potensi Laut Kabupaten Lembata mejanjikan namun sayang kondisi ini tidak selamanya menjadi sebuah kebanggaan yang sesaat. Dalam kunjungan dua hari di Kabupaten Lembata  Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mementau kesiapan Hari Nusantara bulan Desember nanti Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyempatkan diri saat melakukan panen raya rumput laut di Desa Babukerong Kecamatan Nagawutun Kabupaten Lembata Hari Sabtu, 11 Juni 2016.

Susi menghimbau masyarakat supaya menjaga kelestarian laut yang memiliki potensi yang cukup menjanjikan satu diantar potensi itu adalah rumput laut. Mentri Susi Pudjiastuti melakukan panen raya rumput laut sebanyak 200 ton dan juga melepas 200 ekor penyu di pantai Desa Babukerong dengan kondisi pantai dan juga laut yang menawan MentriSusi Pudjiastuti menghimbau supaya warga menjaga kebersihan pantai dari sampah – sampah yang ada disekitar lokasi pantai dan juga lokasi produksi rumput laut, karena kewalitas rumput laut masih unggul dengan beberapa wilayah di provinsi NTT.

Dalam kesempatan yang berbeda camat Nagawutun Stanis Kebesa di hubungi lewat sambungan seluler oleh portal berita kataku.co.id camat Nubatukan menegaskan memang kita akui terjadinya penurunan produksi rumput laut akibat cuaca ekstrim yang membawa sampah sehingga menumpuk di lokasi pemeliharaan rumput laut mengakibatkan rumput laut kena penyakit  kita mencoba memberikan pemahaman kepada petani dan juga berkoordinasi dengan dinas terkait dalam mengatasi masalah petani dan nelayan rumput laut dalam meningkatkan produksi dari tahun ke tahun. Petani rumput laut juga sering pesimis dengan kondisi dan harga pasar karena para tengkulak sendiri menentukan harga pasar kita coba mengakomodir keinginan petani semoga dengan adanya panen raya oleh ibu mentri Susi Pusjiastuti ini dapat memberikan dampak yang positif dalam peningkatan produksi rumput laut lembata kusunya di desa Babokerong Kecamatan Nagawutun” tagas Kebesa.

Penyakit rumput laut dapat didefinisikan sebagai suatu gangguan fungsi atau terjadinya perubahan anatomi atau struktur yang abnormal. Misalnya adanya perubahan dalam laju pertumbuhan dan penampakan seperti warna dan bentuk. Perubahan ini pada akhirnya berpengaruh terhadap tingkat produktifitas hasil. Terjadinya penyakit umumnya disebabkan oleh adanya perubahan faktor-faktor lingkungan dan adanya interaksi antara faktor lingkungan (suhu, kecerahan, salinitas, dll) dengan jasad patogen (organisme yang berperan sebagai penyebab penyakit).

Penyakit “Ice-ice”

Ice-ice adalah penyakit yang banyak menyerang tanaman rumput laut jenis Eucheuma spp. Penyakit ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1974 di Philipina. Penyakit ini ditandai dengan timbulnya bintik/bercak-bercak pada sebagian thallus yang lama kelamaan menjadi pucat dan berangsur-angsur menjadi putih dan akhirnya thallus tersebut terputus.

Penyakit ini timbul karena adanya mikroba yang menyerang tanaman rumput laut yang lemah. Gejala yang diperlihatkan adalah pertumbuhan yang lambat, terjadinya perubahan warna menjadi pucat dan pada beberapa cabang menjadi putih thallus menjadi putih dan membusuk.

Adanya perubahan lingkungan seperti ; arus, suhu, dan kecerahan di lokasi budidaya dapat memicu terjadinya penyakit ice-ice. Tingkat penyerangannya terjadi dalam waktu yang cukup lama. Hal ini sesuai dengan pendapat Trono (1974), bahwa: penyebab Ice-ice ini adalah perubahan lingkungan yang tidak sesuai untuk pertumbuhan yang menyebabkan menurunnya daya tahan rumput laut tersebut. Sedangkan Uyenco et al (1981) mengatakan bahwa: kemungkinan penyebab terjadinya penyakit ini karena adalah bakteri patogen tertentu. Hal ini menjadikan bahwa sebenarnya timbulnya bakteri tersebut merupakan serangan sekunder. Kemungkinan efektifitas serangan bakteri hanya terjadi pada saat pertumbuhan tanaman tidak efektif.

White Spot Penyakit

Penyakit White spote terdapat pada jenis rumput laut Laminaria japonica di Cina. Gejala awal penyakit ini ditandai dengan terjadinya perubahan warna thallus dari coklat kekuning-kuningan menjadi putih kemudian menyebar keseluruh thallus dan bagian tanaman membusuk dan rontok. Pemberantasan hama dilaksanakan dengan penjagaan saluran masuk pintu air dengan saringan, agar hama predator seperti ikan-ikan tidak masuk ke dalam tambak pemeliharaan.

Pemberantasan penyakit White spot pada rumput laut dilakukan dengan mengganti air tambak seminggu dua kali. Apabila dalam seminggu air tambak tidak diganti, maka pada thallus (batang) rumput laut akan terjadi bercak putih yang akan menghambat pertumbuhan rumput laut, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Penyakit ice-ice dan White Spote biasanya terjadi pada bulan April atau Mei yaitu pada saat kecerahan perairan tinggi. Pada kondisi ini tingkat kelarutan unsur Nitrat tidak tercukupi untuk keperluan fotosintesa sehingga berakibat terjadinya perubahan warna secara nyata. Penyakit ini dapat ditanggulangi dengan cara menurunkan posisi tanaman lebih dalam dari posisi semula untuk mengurangi penetrasi sinar matahari. Cara lain juga dapat dilakukan dengan pemberian pupuk Nitrogen. Akan tetapi saran ini masih perlu dikaji lebih lanjut.

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan rumput laut ini salah satunya termasuk tumbuhan penempel. Tumbuhan penempel bersifat kompetitor dalam menyerap nutrisi untuk pertumbuhan, kadang-kadang algae filamen dapat menjadi pengganggu karena menutupi permukaan rumput laut yang menghalangi proses penyerapan dan fotosintesa. Tumbuhan penempel tersebut antara lain Hypnea, Dictyota, Acanthopora, Laurencia, Padina, Amphiroa dan alga filamen seperti Chaetomorpha, Lyngbya dan Symploca (Atmadja & Sulistijo, 1977). Binatang penempel yang mengganggu apabila koloninya cukup besar menutupi batang rumput laut adalah tunikata yang dapat mengganggu proses fotosintesa. Gangguan ini dapat mengakibatkan tanaman menjadi busuk pada bagian yang tertutup total oleh tunikata.