Lima Warisan Budaya Takbenda Baru Indonesia Asli NTT.

Rabu, 10 Oktober 2018 16:03 Superadmin Dibaca 581x
Lima Warisan Budaya  Takbenda Baru Indonesia Asli NTT.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTT Drs. Sinun Petrus Manuk, Kadis Kebudayaan Alor, Kadis Kebudayaan Sabu Raijua, foto Berama usai menerim Sertifikat Budaya Tak benda di Jakarta Rabu,10 Oktober 2018
SHARE THIS:

JAKARTA, Kataku.co.id - Lima warisan budaya Provinsi Nusa Tenggar Timur, menambah panjang daftar Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun ini. Kelimanya merupakan tradisi asli NTT.

Kelima Warisan Budaya Tak Benda Asli NTT Terdiri dari 

1. LEVA NUANG dari Kabupaten Lembata.

2. LEGO LEGO dari Kabupaten Alor.

3. ELA MA dari Kabupaten Alor.

4. HOLE dari Kabupaten Sabu Raijua.

5. VERA dari Kabupaten Manggarai Timur.

 

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTT Drs. Sinun Petrus Manuk mewakili Gubernur NTT menerima langung sertifikat WBTB yang diberikan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudyaan di Jakarta Rabu, 10 Oktober 2018.

Sinun Petrus Manuk diwawancara media setelah meneima pengargahan ini mengatakan,   lima tradisi dan kebudayaan asli Nusa Tenggara Timur  ini telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia dan kita perlu bersyukur atas pengargahan ini.

“Saya mengajak seluruh komponen masyarakat yang ada di NTT, mari kita rawat dan jaga warisan leluhur kita ini sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat NTT, ini adalah buah dari perjuangan kita semua untuk melestarikan budaya Nusantara kususnya NTT dan tahun ini NTT sudah mendapatkan Sertifikat WBTB sebanyak 23 setifkat, ujar Sinun.

Di tempat yang berbeda Marchelino Caritas Abdy Keraf, S.Psi., M.Sc., M.Psi., Psikolog. ketika dihubungi mendia ini melalui sambungan telpon mengatakan, kita tidak sedang bersyukur apa yang kita peroleh tetapi mari kita mendorong semua komponen yang terkait didalamnya memelihara wariasan ini sehingga bukan saja dikenal dan dipelihara masyarakat lokal tapi masyarakat dunia untuk mendapatkan pengakuan yang lebih luas.

“Kita semua juga turut memberi perhatian budaya yang sudah ecara turun temurun yang terus di pelihara,kita meminta kususnya pemerintah perlu memberikan perhatian yang secara terus menerus karena secarah pikologis masyarakat ini menguntungkan dan kebanggan kita, ujar Abdy Keraf.


Baca Juga:http://kataku.co.id/museum-kebangkitan-nasional-memilih-pemeran-di-museum-ntt.html


Warisan budaya tak benda secara kongkrit dia dalam bentuk wujud nilai, prilaku, etika,ritual – ritual tradisi yang tidak nyata,  sehingga proses perkebangannya juga akan menyesuaikan perkembangan zaman dan era dari waktu ke waktu, sehingga kembali pada masyarakat budaya itu sendiri mau tidak terus melestarikan budaya itu.

Di era kekinian kita tertantang apakah terus meletarikan budaya itu atau tidak?, karena generasi sekarang terkontaminasi dengan era moderenisasi dan kemajuan teknologi dapat memicu tergerusnya budaya itu.

Pemerintah perlu serius melakukan pendekatan dan program berkelanjutan melibatkan partisipasi mayakarat guna terpeliharanya budaya ini di massa yang akan datang, ujar Dosen dan ketua Prodi Psikologi Univeritas Nusa Cendana Kupang  yang juga putra Lamalera tempat dimana Lefa Nuang itu berada.

Lain halnya dengan Latif Daka putra Alor mengatakan, sebagai orang alor saya berterimakasi kepada pemerintah atas pengargahan yang kami terimah ini, karna budaya lego – lego merupakan budaya yang secara turun temurun diwariskan oleh para leluhur.

 


Baca Juga:http://kataku.co.id/adat-agama-dan-tradisi--merupakan-anugerah-kekayaan-indonesia.html

 


“Lego – lego ritus budaya yang bersenyawa dengan kehidupan kami orang alor untuk menyatukan perbedahan yang menyatukan kami, ritus ini meberi makna sosial yang tingggi tersirat dalam syair – syair yang dibawakan dalam lego – lego itu sendiri.

Nilai pendidikan, soial yang termuat dalam syair lego – lego itu kalo diartikan memiliki makna yang luas dalam kehidupan masyarakat itu sendiri ada petuah – petuha untuk menjaga perdamain, persatuan, kebersamaan, silaturahami, maka dari itu lego – lego sebagai warisan budaya asli Alor yang perlu di jaga keasliannya dari massa ke massa ungkaf Latif Daka yang juga Ketua NU Kabupaten Alor itu.   

 

Pengargahan Warisan Budaya Tak Benda oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan  Republik Indonesia di Jakarta pada Rabu, 10 Oktober 2018  juga di hadiri Kepala DinasKebudayaan  Se Indonesia diantaranya Kadis Kebudayaan Bali bapak Dewa Brata, Kadis P dan K Maluku Bapak Saleh dan Kadis disparbud kabupaten se Indonesia.


Baca Juga:http://kataku.co.id/pemajuan-kebudayaan-berbasis-masyarakat.html


Dari Provinsi NTT hadir  juga Bupati Lembata bersama Kadis Budpar, Bupati Manggarai Timur bersama Kabid Kebudayaan, Kadis Kebudayaan Alor, Kadis Kebudayaan Sabu Raijua dan staf dari Dinas Kebudayaan Pro  NTT.