Museum Kebangkitan Nasional Memilih Pemeran Di Museum NTT.

Senin, 24 September 2018 16:01 Superadmin Dibaca 301x
Museum Kebangkitan Nasional Memilih Pemeran Di Museum NTT.
Sebagian Koleksi di Museum Kebangkitan Jakarta/ Istimewa.
SHARE THIS:

KUPANG, Kataku.co.id - Keberadaan Museum Perlu diberi apresiasi Masyarakat yang ingin melihat berbagai macam peninggalan bersejarah, tentunya sebuah museum bisa menjadi jawabannya.

Pada saat kita berbicara soal museum, terdapat satu lokasi menarik dimana mampu memperlihatkan keunikan baik dari sisi koleksi peninggalannya maupun dari sisi desain bangunannya. Kali ini Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Kebudayaan mendapatkan Kehormatan menjadi Provinsi dipilih sebagai lokasi pameran Museum Kebangkitan 2018 yang berlangsung hari ini Senin 24 September 2018 sampai tanggal 28 September 2018.

Dalam Sambutan Pembukaan Kegiatan Pameran Museum Kebangkitan Kasubag Tata Usah Kebudayaan Nasional yang hadir dalam pembukaan yang di liput media ini Senin, 24 September 2018 mengatakan, “ kita berterimakasih atas kerjasama pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Dinas Kebudayaan karena di Museum Kebangkitan Nasional sendiri juga ada begitu banyak Koleksi yang diantaranya termasuk displai koleksi pahlawan nasional WZ Herman Yohanes yang punya peran dalam dunia kesehatan di Indonesia sehingga perlu di berikan informasi kepada masyarakat luas khususnya NTT untuk mengetahu informasi soal sejarah itu.

Kepala Dinas Kebudayaan Sinun Petrus Manuk dalam sambutan pembukaan kegiatan pameran museum kebangkitan ini mengatakan pemerintah Provinsi NTT merasa berterimakasih atas dipilihnya Provinsi NTT sebagai tempat pameran tahun ini, kita berharap pameran ini dapat mejadi sumber informasi bagi generasi muda NTT mulai dari PAU, TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi sehinga bisa mencintai budaya dan mengetahui berbagi koleksi museum baik yang ada di Provinsi NTT maupun yang ada di Museum Nasional” ungkap Piter Manuk.

Museum Kita ini memiliki ribuan koleksi dari berbagai daerah di NTT harapan kita dengan adanya kegiatan ini kita semua dapat mengetahui koleksi koleksi kita dengan target tiga ribu pengunjung selama pameran dengan rata rata pengunjung per hari 200 sampi 300 pengunjung perhari.


Baca Juga: http://kataku.co.id/adat-agama-dan-tradisi--merupakan-anugerah-kekayaan-indonesia.html


Kita sudah memberi informasi ke sekolah dan kampus - kampus untuk datang mengunjungi museum NTT dan juga menikmati sajian pameran museum kebangkitan nasional ini, ujar Piter Manuk.

Sampai saat ini keberadaan Museum Kebangkitan Nasional masih menjadi pusat perhatian para ahli sejarah dimana terdapat berbagai macam kasha (uang timah) hingga benda peninggalan yang menarik untuk diulas.

Jika dilihat dari kisah sejarahnya, ternyata nama awal dari museum satu ini adalah STOVIA yang mana menjadi singkatan dari School tot Opleding van Inlandsche Arsten yang sudah diresmikan pada tahun 1902. Luas bangunan museum mencapai 15.742m persegi di tahun 1899, namun setelah perkembangan dalam beberapa dekade luas lahan diperluas lagi. STOVIA sendiri menjadi salah satu sekolah dokter jawa yang memiliki kegiatan bidang kedokteran hingga memberi pelayanan terhadap beberapa instansi kesehatan salah satunya Rumah Sakit Militer Weltevreeden. Memasuki tahun 1899, Direktur Sekolah Dokter Jawa yakni H.F. Rool telah melaksanakan pembangunan gedung baru tepatnya di samping rumah sakit militer. Akan tetapi proses pembangunan tersebut terhenti karena kendala biaya.

Akhirnya pada tahun 1901 proses pembangunan dilanjutkan kembali dengan bantuan seorang pengusaha perkebunan asal Deli. Dari situlah gedung STOVIA telah resmi sebagai tempat pendidikan kedokteran beserta asrama yang lengkap dengan semua fasilitasnya. Bahkan pada 1 Maret 1902, Sekolah Kedokteran Jawa berganti nama dengan Sekolah Kedokteran Bumiputra.

Sebelum menjadi Museum Kebangkitan Nasional, mengalami perkembangan terutama dari sisi perluasan bangunan dengan tujuan untuk mendukung beberapa ruangan seperti bagian selatan dan utara yang dipergunakan sebagai asrama. Pada bagian tengah halaman terdapat tiga bangunan yang dimanfaatkan untuk praktek fisika dan kimia, kegiatan senam (gymnastic) dan ruang rekreasi.

Dari waktu ke waktu perkembangan STOVIA semakin cepat sehingga kondisi lingkungan di sekitar tidak lagi memadai, kemudian pada tahun 1920, STOVIA dipindahkan ke jalan Salemba. Bangunan bekas STOVIA kemudian dijadikan tempat penampungan tawanan tentara Belada terutama pada masa-masa penjajahan Jepang.

Tidak banyak kalangan mengetahui bahwa cikal bakal Museum Kebangkitan Nasional ataupun STOVIA ini menjadi salah satu tempat belajar tokoh-tokoh pergerakan mulai dari R.Soetomo, Ki Hadjar Dewantara, Tjipto Mangoenkoesoemo dan masih banyak lainnya. Proses pemugaran dari museum yang satu ini memang cukup gencar dilakukan terutama pada masa Presiden Soeharto dimana nama STOViA diganti menjadi Gedung Kebangkitan Nasional.

Pada gadung Kebangkitan Nasional tersebut telah ada beberapa museum di dalamnya mulai dari Museum Kesehatan, Museum Pers, Museum Boedi Oetomo dan masih ada bebrapa perkantoran hingga perpustakaan.


Baca Juga: http://kataku.co.id/gemu-fa-mi-re-mendunia.html


Di dalam Museum Kebangkitan Nasional terdapat beberapa yayasan mulai dari Yayasan Pembela Tanah Air, Yayasan Perintis Kemerdekaan dan Lembaga Perpustakaan Dokumentasi Indonesia, kemudian Yayasan Idayu.

Oleh karena itu untuk mempersatukan semua ruangan maka diberikan nama Museum Kebangkitan Nasional. Dari benda koleksi museum terbilang cukup banyak bahan, terdapat tujuh ruangan yang bisa Anda kunjungi mulai dari ruang Pengenalan, ruang Awal Pergerakan Nasional, ruang Kesadaran Nasional, ruang Pergerakan Nasional, ruang Propaganda Studi Fonds, ruang Memorial Budi Utomo, dan Ruang Pers. Dalam satu Ruang Pengenalan, Anda bisa melihat berbagai ilustrasi masuknya penjajah ke Indonesia sampai munculnya berbagai perlawanan di berbagai daerah.

Sedangkan di ruang Awal Pergerakan Nasional juga memunculkan berbagai gambaran mengenai bangkitnya pergerakan nasional mulai dari peragaan Kelas STOVIA, Pembelaan HF.Roll, hingga berbagai patung pelajar STOVIA yang memperlihatkan proses belajar pada zaman dulu. Tidak hanya itu saja, karena pengunjung masih bisa melihat berbagai koleksi sejarah seperti meja kursi makan pelajar STOVIA, hingga peralatan kedokteran pada ruangan Kesadaran Nasional.

Bahkan dalam ruangan Museum Kebangkitan Nasional ini pengunjung bisa melihat berbagai perjuangan RA Kartini, Dewi Sartika, Wahidin, hingga berbagai tokoh terkenal lainnya. Anda juga bisa melihat ke ruang Pergerakan Nasional dimana mengisahkan tentang awal dari pergerakan nasional. Dari ruangan yang satu ini, ada banyak koleksi sejarah mulai dari diorama pertemuan antara Sutomo, Wahidin, hingga Suradji, diorama berdirinya Budi Utomo, berbagai macam foto menarik mengenai organisasi awal kebangkitan, vandal-vandel, hingga berbagai foto organisasi pemuda.

Selanjutnya Anda masih bisa melihat ruang Propaganda Studie Fonds yang mana memperlihatkan suasana pelajar STOVIA yang melakukan pertemuan dengan Wahidin hingga terjadinya pembentukan Studie Fonds. Adapun beberapa koleksi Muesum Kebangkitan Nasional bisa Anda lihat mulai dari lukisan perjalanan Dr. Wahidin, patung pelajar STOVIA, hingga patung Dr. Wahidin.

Selanjutnya dari ruangan Memorial Budi Utomo, pengunjung bisa melihat koleksi berbagai patung hingga lukisan bahkan adanya kerangka manusia. Memang dari ruangan Memorial Budi Utomo ini cenderung memperlihatkan berbagai koleksi menarik seperti Lukisan Wahidin Sudirohusodo, kursi Kuliah STOVIA, kerangka manusia sebagai peraga oleh pelajar STOVIA, berbagai foto kegaitan pelajar STOVIA, hingga patung dada pendiri Budi Utomo.

Terakhir, ada Ruangan Pers. Ruangan ini memberi gambaran mengenai perjalanan Pers Perjuangan Indonesia. Dari ruangan Pers Anda bisa melihat berbagai benda peninggalan seperti Tustel, foto, mesin tik, hingga berbagai macam alat cetak dan berbagai foto tokoh pers saat itu. Jadi ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan di dalam Museum Kebangkitan Nasional.