Ribuan Calon Imam Datangi Polda NTT

Jumat, 07 September 2018 16:19 Superadmin Dibaca 3689x
Ribuan Calon Imam Datangi Polda NTT
Sejumlah Calon Imam yang tergabung dalam Forum Peduli Kemanusian Mendatangi Mapolda NTT/Kataku.co.id
SHARE THIS:
KUPANG, Kataku.co.id - Sejumlah Calon Imam yang tergabung dalam Forum Peduli Kemanusian dibawah penanggung jawab RD Hironimus Pakaenoni Pr yang Juga Dekan Fakultas Ilmu Filsafat Universitas Katolik Widiya Mandiri Kupang, hari ini Jumat, 7 September 2018 melakukan aksi longmarch dari halaman Kantor Gubernur NTT Menuju Mapolda NTT meminta ketegasan kepolisian Sehubungan dengan kasus kematiani Almarhum Carolino Agustino Sowo (Charli Sowo/Lali Sowo) Mahasiswa Fakultas Filsafat dan ditemukan tewas mengenaskan di Pantai Oesapa pada tanggal 24 Juli 2018 yang hingga saat ini tidak jelas penyebabnya. Padahal kasus ini sedang diselidiki oleh Polsek Kelapa Lima dalam satuan wilayah kerja Polres Kupang Kota namun tidak membuahkan hasil. Aksi Damai yang dilakukan oleh Sejumlah Calon dengan penanggung jawab aksi RD Hironimus Pakaenoni, Pr (Dekan Fakultas Filsafat) dan Pastor Abdul, OCD (Rektor Biara OCD Kupang) menyampaikan beberapa poin tuntutan di depan halaman mapolda NTT diantaranya : 1. Menuntut Kapolda NTT untuk segera mengambil alih kasus kematian Charli Sowo yang ditangani oleh Polsek Kelapa Lima Polres Kota Kupang, 2. Menuntut Kapolda NTT agar segera membentuk tim investigasi khusus agar dapat mengungkap dan menangkap pelaku-pelaku kasus pembunuhan Charli Sowo, 3. Menuntut Kapolda NTT untuk segera melindungi para saksi yang akan bersaksi, 4. Menuntut Kapolda NTT supaya secara terbuka dan segera mengumumkan hasil investigasi kasus kematian Charli Sowo, 5. Menuntut Kapolda NTT untuk segera mempercepat proses penanganan kasus kematian Charli Sowo, 6. Menuntut Kapolda NTT untuk segera menangani kasus ini secara profesional. 7. Jika tuntutan-tuntutan ini tidak segera dilakukan maka kami akan datang kembali untuk menanyakan tindak lanjut proses ini dengan jumlah massa yang sangat besar. Menurut Kordinator dan penanggung jawab aksi ?Kami juga tidak puas dengan Polres Kupang Kota yang seolah-olah diam dan terkesan lamban dalam proses penyelidikan kasus kematian Saudara kami ini. Sedangkan menurut pernyataan Kapolsek Kelapa Lima AKP. Didik Kurnianto yang dikonfirmasi Wartawan seperti tertulis dalam Surat Kabar Timor Ekspress Edisi Kamis, 16 Agustus 2018 halaman 12 dalam Rubrik Metro Hukum adalah sebagai berikut dalam gelar perkara itu, Penyidik Reskrim menyampaikan fakta saat menemukan jasad Almarhum terapung di Pantai Oesapa. ?Kami mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya mayat tenggelam, kemudian mendatangi lokasi kejadian dan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia karena tenggelam, serta terdapat sepeda motor milik korban di pinggir pantai,? ungkap Didik. Terkait penyebab kematian korban, lanjut Didik, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan penyelidikan namun belum dapat memastikannya. ?fakta lapangan dan hasil otopsi menunjukkan bahwa korban meninggal karena tenggelam bahkan pada tubuh korban tidak terdapat tanda kekerasan fisik apa pun,? ujar Didik, ini menurut kami menyesali penyertaan pihak kepolisian ini sehinga kami datang untuk mendesak pihak kepolisian segera menuntaskan kasus ini dengan secara profesional dan terbuka tegas RD Hironimus. Aksi berjalan tertib dan di kawal ketat oleh pihak kepolisian, yang tergabung dalam aksi tersebut antara lain Forum Peduli Kemanusiaan terhadap kasus kematian Carolino Agustino Sowo (Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Biarawan Karmel (OCD) Indonesia, Alumnus Fakultas Filsafat Unika Kupang, OCDS Indonesia, Sahabat Karmel OCD Indonesia, Orang Muda Katolik, Keluarga Eks OCD Indonesia, Persatuan Mahasiswa Ngada dan Nagekeo, Ikatan Religius Keuskupan Agung Kupang (IRKAK), Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Kupang, dan Masyarakat Peduli Kebenaran).*