Monologia Tubuh Palsu

Minggu, 01 Januari 2017 19:45 Superadmin Dibaca 731x
Monologia Tubuh Palsu
SHARE THIS:

Lama kau bersembunyi dalam tubuhku. Membawaku berlari. Bgitu kencang mengikuti irama nafasmu dan menghirup aroma tubuhmu yg menua. Kau membungkan aku dengan warna-warni kesukaanmu yang kau bilang itu kepandaianmu. Aku berselubung pada dirimu yg nyatanya hanyalah seonggok daging dalamtubuh yg palsu. Kau beri aku cinta yg palsu. Kau urapi aku dengan darah dan cairan tubuhmu yg juga palsu. Kau buat aku bahagia? Kau kira semudah itu? Aku muak!! Aku bosan!! Aku merindukan sesuatu yg bukan sekedar janji-janji. Aku merindukan sesuatu yg tidak saja mem buatku percaya bahwa aku bisa bahagia bersamamu. Kau tubuh yang palsu. Aku lelah. Dan aku inginkan suatu perubahan. Aku inginkan akhir dari perang antara pembuluh sarafku dan harapanku. Aku inginkan dunia mejadi begitu luas tidak selebar otakmu yg terlilit urat-urat nadi yg palsu. Semua menjelma menjadi patung. Juga tubuhku. Aku harus membuat beku. Agar akhir dari semua kepalsuan ini menjadi nyata bagi ku. Aktor Abdy Keraf  yang mengeluti dunia teater sejak bangku SMA dan Kecintaan pada dunia teater serta hasrat untuk menumbuhlkan iklim teater di NTT akan melakukan pentas keliling bersama teman teman di daratan Flores dan Lembata. 

Abdy Keraf yang merupakan aktor terbaik dalam Festival Seni Surabaya Tahun 2006  akan kembali membius penonton lewat pentas monolog berjudul Monologia Tubuh yang Palsu. Pentas keliling membawa 2 pertunjukan, Monologia Tubuh Yang Palsu pemain dan naskah Abdy Keraf Sutradara Ragil Sukriwul. dan “Saya Perempuan Biasa” pemain Linda Tagie, Sutradara Lanny Koroh, naskah Abdy Keraf dengan Ketua Tim Ragil sukriwul.  Pemantasan  direncanakan mulai tanggal 19  April 2016 di Kota Maumere , Kota Larantuka dan berakir  23 April 2016 diKota  Lewoleba Lembata. Pementasan ini akan mengulang sukses yang di gelar beberapa waktu lalu di Kota Kupang. Berikut cuplikan berita yang ditulis Wartawan John Taen POS KUPANG. Sang aktor bercerita tentang perilaku anak-anak manusia yang penuh kemunafikan. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang berusaha menutupi keasliannya. Mereka melemparkan senyum kepada sesamanya bahkan tak tanggung-tanggung meneteskan air mata untuk memperlihatkan rasa duka cita. Namun, semua yang ditampilkan di depan mata sesama, bahkan orang yang dicintai sekalipun tidak terlepas dari apa yang disebut kemunafikan. "Jangan takut. Malam ini tak ada perbedaan di antara kita. Kau dan aku sama." Demikian sepenggal kata Abdy Keraf saat tampil dalam acara Kupang Pesta Monolog (Kesal) 2016 di Aula F-Square Kupang, Jumat (11/3/2016) malam. Aksi panggung Abdy sungguh membius. Energinya begitu kuat menghentak, menarik penonton larut menyelami pesan-pesannya. Bukan cuma Abdy yang memukau. Dua seniman dari group teater Perempuan Biasa menyuguhkan kritik sosial yang mencerahkan. Karya arahan sutradara Lanny Koroh ini pun mengisahkan kehidupan sehari-hari. Dia menepis anggapan selama ini tentang perempuan yang tidak mampu, perempuan yang masih dianggap warga kelas dua setelah kaum laki-laki. Penampilan Galuh Tulus Utama, seniman asal Surabaya pada malam kedua, Sabtu (13/3/2016) tak kalah menghanyutkan. Demikian pula dengan Komunitas Kahe dari Maumere. Pokoknya kita memberi acungan jempol buat semua aktor dan aktris yang tampil dalam pesta monolog selama dua hari itu. Salut untuk Teater Price, Linda R Tagie, Margareth Nona Djokaho, Lanny Koroh, Abdy Keraf, Galuh Tulus Utama, Komunitas Kahe dan semua yang sudah total memberikan tontonan berkelas, sesuatu yang masih sangat jarang di Kota KASIH Kupang.

Tentu saja kita patut memberi apresiasi yang tinggi terhadap mereka yang berada di balik sukses pesta monolog tersebut. Sebut misalnya sang koordinator program dari Coloteme Art's Movement, Ragil Sukriwul, Elcid Li (IRGSC), Ermi Ndoen, pelaku seni Silvester Hurit dan orang-orang kreatif lainnya yang tak dapat kita sebut satu persatu dalam ruangan yang terbatas ini. Antusiasme penonton selama dua malam itu sungguh menggembirakan. Bukan soal jumlah tapi pada sikap batin mereka yang senang mendapatkan tontotan bermutu. Warga Kota Kupang sangat butuh pesta-pesta serupa itu. Kita berharap Ragil Sukriwul, Lanny Koroh, Abdy Keraf dan para pelaku seni di Flobamora ini menghadirkan panggung teater secara rutin. Kita ajak masyarakat memberikan dukungan nyata. Datang dan beri apresiasi yang pantas kepada para seniman kita. Dan, kepada pemimpin pemerintah serta wakil rakyat yang terhormat, kiranya buka mata dan hati untuk memberi tempat yang elok bagi aktivitas seni seperti pesta monolog yang digelar orang-orang kreatif itu. Bosan kita bicara politik melulu. Jemu kita mendengar ocehan dan aksi menguber kekuasaan politik dan ekonomi semata.*